Artikel

Profile Desa

12 Desember 2022  Administrator  98 Kali Dibaca 

Sejarah Desa

Sebagai dasar untuk mengetahui asal usul sebuah Wilayah Desa,maka sangat perlu menyusun Sejarah Desa, sehingga dengan mudah untuk mengembangkannya, selanjutnya di warisi kepada generasi-generasi. Untuk itu sejarah pembentukan Desa Turekisa,dapat di gambarkan sebagi berikut :

  1. Pada mulanya Terdiri dari 7 anak kampung yakni, Turengadha, Beilele, Molemilo, Giliwali, Bodhena, Nuangusu dan Bokisa.
  2. Tahun 1905 pindah dari 7 anak kampung menjadi 1 kampung yaitu Turekisa.
  3. Kampung Turekisa masuk dalam wilayah kelurahan Mangulewa.
  4. Pada Tanggal 02 Desember 2011 melalui Perda Ngada No 6 tahun 2011 Desa Turekisa Terbentuk dan diresmikan Oleh Bupati Ngada.

Keadaan Geografis Desa

Letak Wilayah

Secara geografis Desa Turekisa merupakan salah satu Desa di Kecamatan Golewa Barat yang mempunyai luas wilayah mencapai 1.587 Ha. Dengan jumlah penduduk Desa Turekisa sebanyak 1762 Jiwa. Desa Turekisa merupakan salah satu  Desa dari 9 (Sembilan) Desa dan 1 Kelurahan yang ada di kecamatan Golewa Barat, Berada pada ketinggian 1200 M dari permukaan laut dan tingkat kemiringan 20-50 Derajat. Beriklim Tropis dengan suhu 50 C – 100 C. Curah hujan rata-rata 37,42 mm. Bentuk wilayah Dataran, dengan potensi Terbesar adalah Pertanian.

Batas Wilayah Desa Turekisa

Sebelah Utara                  : Desa Loa Kecamatan Soa

Sebelah Timur                  : Desa Bopoma

Sebelah Selatan               : Desa Dizi Gedha

 Sebelah Barat                   : Desa Borani, Desa Ubedolumolo 2, Ubedolumolo I, Kelurahan Faobata, Desa Pape Kecamatan Bajawa dan Desa Tarawaja Kecamatan Soa.

 

Luas Wilayah

Jumlah luas tanah Desa Turekisa seluruhnya mencapai 12 Km2

  1. Sumber Daya Alam
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Perkebunan
  • Lahan Tanah
  1. Orbitasi

Orbitasi atau jarak dari pusat-pusat pemerintahan :

  • Jarak dari Pusat Pemerintahan Kecamatan : 2 km
  • Jarak dari Pusat Pemerintahan Kabupaten         : 7 km
  1. Karakteristik Desa

Desa Turekisa merupakan kawasan pedesaan yang bersifat agraris, dengan mata pencaharian dari sebagian besar penduduknya adalah bercocok tanam terutama sektor pertanian dan perkebunan. Sedangkan pencaharian lainnya adalah sektor industri kecil yang bergerak di bidang kerajinan dan pemanfaatan hasil olahan pertanian dan perkebunan.

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image